Framework Hybrid Apps

Masih banyak diantara kita yang belum tahu apa itu hybrid apps. Padahal, aplikasi ini sering kita temukan pada ponsel dengan platform seperti iOS atau Android. Lalu, apa itu Hybrid appsHybrid apps adalah perpaduan antara Native apps dan Web apps. Hybrid apps di-host di dalam aplikasi native yang menggunakan platform WebView seluler. WebView disini dianggap sebagai jendela browser tanpa chrome yang biasanya dikonfigurasi untuk menjalankan layar penuh sehingga dapat mengakses kemampuan perangkat seperti kamera, kontak atau yang lainnya. Aplikasi jenis ini sangat populer karena memungkinkan pengembangan multi-platform atau penggunaan kode yang sama pada beberapa sistem operasi yang berbeda.
Kelebihan dari hybrid apps antara lain proses loading dan kinerja lebih cepat, proses pengembangan lebih mudah dan menghemat biaya karena sifatnya multi-platform, serta GUI lebih user-friendly. Meskipun memiliki banyak kelebihan, namun developer atau para pengembang masih berharap banyak pada aplikasi native karena minimnya pengalaman pengguna pada aplikasi hybrid ini. Dalam pengembangannya, aplikasi hybrid menggunakan beberapa framework. Nah, disini saya akan membahas sedikit tentang framework pada hybrid apps.
1. Ionic
Ionic adalah framework gratis yang digunakan untuk membangun aplikasi hybrid dengan HTML5, CSS dan AngularJS. Ionic dilengkapi dengan komponen-komponen CSS. Aplikasi yang dibangun menggunakan framework ini hanya dibuat satu kali dan sudah dapat digunakan pada lebih dari satu platform alias cross-platform.
Framework Ionic diciptakan oleh Drifty Co. pada tahun 2013. Perusahaan tersebut mencoba untuk membangun aplikasi seluler dengan menggunakan framework sendiri yang berfokus pada kinerja dan dibangun sesuai standar web modern. Versi alpha dari framework ini dirilis pada bulan November 2013, versi 1.0 dirilis pada bulan Maret 2014, final 1.0 pada bulan Mei 2015, dan versi 2.0 dirilis pada tahun 2016.
Ionic memiliki beberapa kapabilitas, antara lain:
-       Menggunakan lisensi open source
-       Menggunakan teknologi web baru
-       Ditargetkan hanya untuk Android 4.0 dan iOS 7 keatas
-       Berbasis Apache Cordova / PhoneGap
Beberapa aplikasi yang dibangun menggunakan Ionic antara lain Pacifica, MarketWatch, SworkIt, TD Trading, Joule, ChefSteps, dan masih banyak lagi.

2. PhoneGap
PhoneGap adalah sebuah project open source dan framework pengembangan aplikasi gratis untuk membuat aplikasi mobile yang menggunakan teknologi web seperti HTML, CSS dan Javascript, yang nantinya akan diubah menjadi suatu package yang dapat digunakan pada berbagai perangkat yang memiliki platform berbeda.
PhoneGap pertama kali dikembangkan oleh iPhoneDevCamp pada kegiatan Hackaton pada tahun 2008. Seiring berjalannya waktu, akhirnya PhoneGap terus dikembangkan oleh sebuah perusahaan bernama Nitobi yang diakuisisi oleh Adobe pada tanggal 4 Oktober 2011 yang kemudian didonasikan kepada Apache Software Foundation yang membuat PhoneGap menjadi open source. Pada awalnya, framework ini disebut dengan Apache Cordova.
Pada PhoneGap tersedia sistem Foreign Function Interface (FFI) yang membuat developer mampu membangun sebuah jembatan antara javascript dan native untuk mengerjakan sebuah task. PhoneGap memungkinkan kita untuk mengakses fitur native seperti accelerometer, kamera, kompas, kontak, file, geolocation, media, network, notifikasi, dan storage atau penyimpanan.
PhoneGap memiliki beberapa kemampuan, antara lain:
-       Dapat mengakses fitur native
-       Javascript digunakan untuk penulisan kode
-       Memanfaatkan HTML dan CSS3
-       Memanfaatkan PhoneGap Build
-       Menggunakan tools dari komunitas yang berkembang
Platform-platform yang mendukung PhoneGap ini diantaranya Symbian, Android, iOS, BlackBerry, Windows Phone, webOS, dan badaOS.
Beberapa aplikasi yang dibangun menggunakan PhoneGap antara lain My Heart Camera, FanReact, Localeur, snowbuddy, BrowserQuest, Yoga+Travel, TripCase, HealthTap, dan masih banyak lagi.

3. Framework7
Framework 7 adalah framework gratis yang dapat membantu kita dalam membangun dan mengembangkan sebuah aplikasi hybrid pada Android dan iOS. Framework ini diperkenalkan pada tahun 2014 dibawah lisensi MIT. Versi terbarunya yaitu versi 1.6.5 dirilis pada 7 September 2017.
Framework7 memiliki beberapa fitur dan kelebihan, antara lain:
Framework7 dirancang sesuai dengan spesifikasi desain Google Material yang resmi, sehingga framework ini menjadi solusi bagus untuk membuat aplikasi Android dengan tampilan dan nuansa native.
- Tidak membutuhkan JavaScript untuk widget karena Framework7 hadir dengan sekelompok elemen UI dan widget siap pakai seperti modals, popup, action sheet, popover, list views, media lists, tab, panel samping, layout grid, preloader (indikator aktivitas), form elements, dan masih banyak lagi.
-  Terdapat fitur native scrolling, library agnostic, multiple views, animasi, swipe back, swipe actions, dynamic navbar, pull to refresh, messages, dan masih banyak lagi.
-  Mudah diatur karena semuanya dibuat simple.
Beberapa aplikasi yang menggunakan Framework7 antara lain Sitemod.io, PROACTIONS.ru, HerdData, Bandbiz, Fiches IDE, Gestamed, Shift Organizer, Klazp, FBmaps, dan lain-lain.

4. Corona
            Corona adalah sebuah software developement kit (SDK) yang memungkinkan para programmer membangun game dan aplikasi mobile seperti iOS, Kindle dan Android, juga aplikasi desktop untuk Windows dan OS X, serta aplikasi TV yang terhubung untuk Apple TV dan Android. Corona menggunakan bahasa script Lua yang terintegrasi berlapis diatas C++ / OpenGL untuk membangun aplikasi grafis. Framework ini menyediakan dua versi, SDK Corona gratis dan Enterprise Corona berbayar.
            Asal mula Corona berawal dari Walter Luh dan Carlos Icaza yang memulai Ansca Mobile dan kemudian mengganti namanya menjadi Corona Labs setelah berangkat dari Adobe pada tahun 2007. Versi beta SDK Corona pertama dirilis gratis pada bulan Juni 2009. Pada bulan Agustus 2012, Corona Labs mengumumkan Enterprise Edition yang menambahkan binding asli untuk Objective-C.
 Corona menawarkan beberapa fitur, antara lain:
-  Otomatis OpenGL-ES Integrasi sehingga tidak perlu memanggil kelas yang luas atau fungsi untuk membuat manipulasi layar sederhana.
-   Binari executable Corona adalah 100% Objective-C / C++ sehingga tidak perlu khawatir tentang iOS 4 aturan baru Apple pada penggunaan diluar alat pembangunan.
-  Corona dapat membuat aplikasi untuk iOS (iPhone, iPod Touch, iPad) dan perangkat Android.
- Kinerja kuat dalam permainan dan aplikasi karena Corona dioptimalkan untuk menggunakan fitur hardware-accelerated.
-   Corona menggunakan bahasa pemrograman Lua yang mudah dipelajari.
-  Corona dapat mengakses perangkat kontrol asli dan perangkat keras, seperti kamera, accelerometer, GPS, dan lain-lain.
            Aplikasi yang dibangun menggunakan Corona antara lain Gunman Taco Truck, I Love Hue, Zip Zap, PKTBALL, HoPiKo, Freeze! 2 – Brothers, Climberia: Pirates, Egz – The Origin of the Universe, Fun Run 2, Rise Above, The Lost City, QuizTix, Egg Baby, dan masih banyak lagi.

5. Appcelerator Titanium
         Appcelerator Titanium adalah solusi terbaik untuk menciptakan aplikasi mobile hybrid. Framework ini memanfaatkan Alloy yang mendorong perkembangan pesat aplikasi hybrid. Dengan lebih dari 800.000 pendaftaran pengembang, framework ini bertepuk tangan untuk menulis aplikasi yang menakjubkan di JS dan menjalankannya di mana saja. Framework gratis ini dikemas dengan perluasan layanan mobile platform API dan cloud, Titanium meminimalkan waktu pengembangan dengan mengurangi garis kode.
       Ketika diperkenalkan pada bulan Desember 2008, Titanium ditujukan untuk mengembangkan aplikasi desktop cross-platform dan kadang-kadang dibandingkan dengan Adobe Air. Pada bulan Juni 2013, Jeff Haynie, CEO Appcelerator, mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah memulai Ti.Next, sebuah proyek untuk menulis ulang Titanium SDK di Javascript untuk meningkatkan kinerja dan untuk membawa pengguna akhir Titanium, yang menulis di Javascript, lebih dekat dengan kode internal.
     Fitur dari Appcelerator Titanium antara lain:
- SDK berbasis JavaScript dengan lebih dari 5000 API untuk iOS, Android, Windows, Blackberry dan HTML5.
-  Menggunakan kemampuan pengembangan web untuk membangun aplikasi native.
-  Menggunakan kembali 60%-90% kode saat mendukung banyak platform.
-  Ratusan modul marketplace untuk perluasan kemampuan.
- Didukung oleh sebuah komunitas pengembangan dimana 660.000 pengembang dengan 75.000 aplikasi mobile telah dipasang pada lebih dari 280.000.000 perangkat.
Contoh aplikasi yang dibangun dengan Appcelerator Titanium antara lain PayPal, ebay dan TripLingo.
Link download :

Sumber:

Comments

Popular posts from this blog

SISTEM HARDWARE PADA SISTEM TEKNOLOGI INFORMASI

Penerapan Artificial Intelligence pada Sistem Prediksi Serangan Jantung